Beton Precast : Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Beton Precast




Seperti yang kita tahu bahwa dalam proyek konstruksi, perencanaan yang baik merupakan hal yang sangat penting untuk dapat memastikan pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, utamanya dari segi waktu, bentuk, dan juga biaya. Maka dari itu hal yang mesti kita perhatikan diawal adalah dengan mencari cara yang paling efektif dan efisien untuk pelaksanaannya. 


Untuk memenuhi standart waktu dan kualitas yang dituju, jaman sekarang ini mulai banyak pemakaian beton precast untuk proyek pembangunan. Saat ini beton precast banyak dipilih oleh kontraktor karena memberikan banyak keuntungan. Pemilihan jenis beton ini dinilai sebagai cara yang paling efektif terutama dalam hal waktu pelaksanaan proyek dikarenakan proses pembuatannya yang dapat dilakukan diluar pekerjaan proyek. Ini juga menjadi salah satu inovasi yang sangat baik dari perkembangan teknologi konstruksi demi meningkatkan efisiensi waktu dalam pembangunan.

 

Teknik yang dipakai dalam beton precast adalah proses pembuatannya diolah di pabrik industi dan baru diantarkan ke proyek apabila pekerjaan sudah siap dilaksanakan. Tentunya hal ini sangat berbeda dengan beton site mix yang proses pembuatannya dilakukan di tempat proyek tersebut dilaksanakan. Beton precast pun biasanya diproduksi dalam jumlah massal sesuai dengan kebutuhan proyek yang sedang dijalani, baik itu proyek kecil maupun besar.

 

Beton jenis ini memakai cetakan khusus sehingga hasil bentuk serta kualitasnya dapat sesuai kebutuhan. Apabila sudah selesai dibuat, beton tersebut baru akan dibawa menuju ke lokasi proyek konstruksi dan kemudian dipasang sesuai gambar desain menjadi satu struktur bangunan. Hal ini tentunya lebih praktis dan cepat.

 


Namun tentu saja sebelum kita menggunakan beton precast alangkah baiknya kita mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini saya jabarkan mengenai kelebihan dan kekurangan dari beton precast

 

Kelebihan Beton Precast

 

  1. Pengerjaan lebih cepat

Secara keseluruhan, proses pembuatan dari beton precast dilakukan di pabrik.Sehingga proses pembangunan dapat dikerjakan lebih cepat apabila dibandingkan dengan menggunakan beton konvensional. Beton konvensional harus dibuat sejak awal pada proyek Pembangunan, hal tersebut tentu berbeda dengan beton precast yang dapat langsung dipasang pada bagian konstruksi yang dibutuhkan.

Penggunaan beton precast dalam proyek konstruksi tentunya akan lebih menghemat waktu, yang nantinya dapat dialihkan untuk kegiatan konstruksi lainnya sehingga proyek dapat berjalan dengan jauh lebih efisien.

 

  1. Mutu beton terjaga

Untuk dapat menghasilkan kualitas mutu beton yang baik dan tepat, proses pembuatan beton precast harus mengikuti standar ketentuan tertentu. Selain itu, proses produksi beton precast ini dilakukan di dalam pabrik sehingga padan prosesnya tidak terganggu dengan faktor cuaca yang dapat merusak kualitas beton itu sendiri. Beton precast yang dibuat tentunya sudah melewati serangkaian proses quality control dalam pabrik sehingga kualitas serta mutu yang akan tetap terjaga.

 

  1. Menghemat Lebih Banyak Waktu

Seperti yang kita ketahui bahwa beton precast sendiri adalah beton yang dibuat melalui pembuatan di pabrik, sehingga pemilihan beton precast sangat tepat dilakukan jika proyek membutuhkan penghematan waktu, sebab kita tidak harus membuat dan mencetak beton dari awal. Beton precast dapat langsung dipasang pada tempat yang diinginkan

 


 

Kekurangan Beton Precast

 

  1. Lebih mahal

Beton precast yang telah selesai dibuat di pabrik tentunya harus dibawa ke lokasi konstruksi. Dalam proses pemindahan beton dari pabrik ke lokasi tersebut tentunya membutuhkan biaya tambahan untuk mobilisasi yang tentunya hal tersebut memerlukan biaya yang tidak murah. Kita harus menggunakan alat berat berupa alat angkat dan alat angkut untuk mengantarkan beton precast dengan aman dan juga tetap terjaga kualitasnya. Tidak hanya itu, kita juga perlu mengeluarkan biaya tambahan lainnya seperti peralatan serta tenaga kerja saat proses pemasangannya.

 

  1. Sulit melakukan penyesuaikan existing

Pada proses pemasangan beton precast diperlukan ketelitian yang tinggi. Biasanya pada saat menyatukan elemen-elemen beton precast, kendala yang timbul adalah menentukan jenisdan metode sambungan yang tepat. Alat bantu dan tenaga kerja yang profesional juga diperlukan untuk memastikan bahwa koneksi tersebut terpasang dengan benar. Hal ini tentu akan berdampak pada meningkatnya biaya konstruksi.

 

  1. Diperlukan ruang penyimpanan yang besar

Berbeda dengan beton konvensional yang tidak memerlukan tempat khusus untuk produksi, dalam pembuatan precast justru tempat yang luas untuk proses produksi beton itu sendiri sangat diperlukan. Proses pembuatan beton precast memang harus dilakukan secara terpisah dari lokasi konstruksi agar dapat menghasilkan kualitas beton yang baik dan memiliki nilai mutu beton yang tinggi.


Komentar

Postingan Populer